Archive for November, 2007

Epos Sebuah Opsi

Tuesday, November 27th, 2007

Di sore hari hape gw berbunyi karena ada sms yang masuk. Ternyata dari teman gw yang sekarang kuliah di HI di salah satu PTN sangat terkenal. Sms pun gw baca. Namun gw kaget, karena dia nanya gw : kalo lo taun 2006 kemaren jadi masuk psiko unpad (pilihan kedua spmb gw pada tahun 2005 dan 2006) apakah lo bakal ngulang spmb lagi untuk dapetin psiko ui (sekarang) ga? Sontak saja gw terkaget-kaget!

Dalam salah satu teori psikologi perkembangan manusia oleh Papalia, menyebutkan pada tahap adolescence (11 ampe 20 taon), menyebutkan bahwa pada usia itu, remaja dalam perkembangan kognitifnya sudah dapat memikirkan dan membuat pilihan karir dan pendidikan lanjutan nantinya. Begini, menurut gw spmb adalah salah satu perwujudan dari penggalan teori di atas. Artinya, ketika kita telah memutuskan sesuatu dalam memilih pilihan karir atau pendidikan lanjutan, seharusnya kita sudah mempertimbangkan sangat masak2. Karena itu bukanlah suatu “iseng-iseng berhadiah”. Banyak juga teman2 gw yang pada waktu akan memilih jurusan di form spmb, mereka hanya menyukai satu atau dua jurusan saja  dari tiga jurusan yang diisi. Lainnya? Yah, isi saja dulu. Ntar gimana2nya dipikirin lagi deh! (begitu ujarnya).

Buset, kalo ternyata mereka lulus pilihan ketiga yang notabene kurang atau bahkan tidak disukainya, mau gimana coba? Benar saja! Mereka (lumayan) banyak lulus di pilihan yang mereka kurang bahkan tidak sukai. Lalu? Smpb kedua ngulang lagi deh! Trus setaun kuliah di pertama, malah ogah-ogahan. Mubazirkan jadinya? Mubazir waktu, tenaga, mubazir pikiran, dan pastinya mubazir duit!

Gimana kalo bagi teman2 yang kebetulan mbaca tulisan gw ini, dan kebetulan juga akan ikut spmb, ato punya adek/sodara gitu yg akan spmb, bisa memersuasikan agar mereka memilih pilihan spmbnya dgn jurusan yang betul-betul disukai atau diminati. Karena hal ini bukanlah ajang uji coba atau media iseng2. Ini adalah awal elo belajar untuk memutuskan suatu hal yang dapat mengubah jalan hidup elo ke depannya. Sebuah langkah menuju gerbang fase dewasa muda, bukan?