antara MAAF dan TERIMA KASIH

Maaf dan terima kasih adalah dua kata yang sederhana tetapi memiliki kemampuan yang sangat ampuh dalam mempengaruhi seseorang  atau kelompok. Seringkali orang-orang melupakan dua kata ini. Mengapa mereka melupakannya? Jawabannya adalah karena mereka menganggap remeh dua kata tersebut.

Misalnya saja kata terima kasih, kita bisa bayangkan seseorang yang telah membantu kita walapun tidak terlalu banyak, lalu dihadiahkan dengan terima kasih, pasti si orang tersebut merasa jasa pertolongan dia yang sedikit itu sangat berjasa bagi kita sendiri.

Mengucapkan terima kasih juga dirasa basi ketika akan diberi kepada orang-orang yang sangat dekat dengan hari-hari kita. Contohnya saja untuk sahabat dan orang tua kita. Kita seakan gengsi atau merasa tidak perlu memberikan ucapan tersebut ketika mereka memberikan pertolongan atau seseuatu kepada kita. Ya, mereka (mungkin) juga mengerti dengan sikap kita itu. Tapi akankah hal ini berlangsung terus-menerus?

Ada sebuah quotation : ucapan terima kasih yang sederhana namun memiliki pengaruh yang sangat besar bagi orang yang menerimanya.

Terserah Anda percaya atau tidak. Namum ketika kita lebih peka melihat efeknya, maka kita akan segera menyadarinya. Begitu juga halnya dengan ucapan maaf. Ucapan yang berarti suatu pengakuan bersalah seseorang kepada orang lain atas apa yang diperbuatnya ini juga seolah dirasa tidak dipentingkan. Mungkin dialasankan dengan hal-hal di atas kali?

Namun, disadari atau tidak seseuatu yang berlebihan itu ternyata selalu menghasilkan ekses yang kurang baik. Begitu juga dengan hal ini. Ketika kita terlalu sering mengucapkan terima kasih dan maaf secara terus-menerus, apakah kata-kata di atas akan kehilangan maknanya?

One Response to “antara MAAF dan TERIMA KASIH”

  1. maya Says:

    yup…kadang memang org selalu menyepelekan kata MAAF dan TERIMAKASIH…
    sama halnya dengan menyepelekan makna dari INSYAALLAH…apakh ada pergeseran nilai terhadap ke 3 kata ini atw mmg inilah hal yg dianggap biasa?? Entahlah..

Leave a Reply